Semoga kau dengarkan tangisku dalam doa untukmu.....ibu!
Teringat saat-saat indah masa kecilku bersamamu ibu,ketika aku selalu menantimu ujung jalan untuk menjemputmu selepas kau mencari nafkah untukku. Ku berlari kecil menggapai kehadiranmu,saat tangan kirimu menggenggam layang-layang untukku. Aku tahu ibu,layang-layang itu bukanlah kau yang membeli,tapi kau yang memintanya pada security penjaga kawasan tempatmu bekerja. Aku tahu ibu,kau meminta layang-layang itu dengan menahan rasa malu di depan teman-teman kerjamu demi aku. Di lain waktu,aku juga masih sangat mengingatmu ibu,dan itu takkan pernah terlupakan di sepanjang hidupku,saat kau perjuangkan aku,agar aku terlepas dari kobaran api ketika aku telah sukses bermain korek api dan menyalakannya di pagar bambu rumah milik keluarga tetangga kita dulu,hingga rumah itu terbakar dan aku terkurung di dalamnya. Kau selamatkan aku dari kobaran api,dengan rela menyerahkan hidupmu demi aku. Maafkan kenakalan aku ibu. ...